Sumenep – Seorang aktivis muda asal Sumenep, Donny Wijaya, menyoroti dugaan kejanggalan dalam penanganan sebuah mobil Mitsubishi Xpander warna hitam bernomor polisi B 2139 HFC, yang sebelumnya diamankan oleh Polsek Sapudi.
Menurut Donny, terdapat sejumlah hal yang dinilai belum jelas, terutama terkait proses penanganan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat serta keberadaan barang bukti kendaraan tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, mobil yang diduga merupakan kendaraan rental tersebut diduga dikirim oleh seorang oknum berinisial S yang kemudian akan diserahkan kepada seseorang berinisial H, yang merupakan perangkat Desa Pancor. Namun hingga kini, Donny mempertanyakan apakah kedua pihak tersebut telah dimintai keterangan oleh penyidik.
“Ini janggal sekali. Kenapa pihak yang diduga mengirim dan yang diduga menerima kendaraan itu tidak dipanggil atau diperiksa oleh kepolisian? Selain itu, kami juga mendapat informasi bahwa mobil yang semula akan dilimpahkan ke Polres Sumenep ternyata tidak berada di Polres. Ada apa sebenarnya?” ujar Donny.
Ia berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, transparansi dalam penanganan suatu perkara sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Sementara itu, Kapolsek Sapudi melalui Kanit Reskrim, Rizal Afandi, saat dikonfirmasi awak media membenarkan bahwa Polsek Sapudi telah mengamankan mobil Mitsubishi Xpander yang diduga merupakan kendaraan rental.
“Iya benar, mobil tersebut sudah kami amankan. Karena sudah ada laporan polisi, barang bukti akan kami limpahkan ke Polres Sumenep. Kendaraan itu juga sudah kami serahkan kepada pemiliknya,” ujar Rizal Afandi.
Menanggapi pernyataan tersebut, Donny mempertanyakan klaim bahwa kendaraan telah diserahkan kepada pemiliknya.
“Kalau memang benar sudah diserahkan kepada pemiliknya, mengapa tidak ditunjukkan berita acara serah terima atau dokumentasi penyerahannya saat kami menanyakan hal itu? Ini yang menurut kami menimbulkan tanda tanya dan terkesan janggal,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Sumenep terkait keberadaan barang bukti maupun perkembangan penanganan perkara tersebut. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang lebih lengkap dan berimbang.
Penulis: Adam











