Menu

Otomatis

Berita

PCNU Situbondo Serukan Pembacaan Shalawat Nariyah Serentak Peringati Satu Abad NU

badge-check

PCNU Situbondo Serukan Pembacaan Shalawat Nariyah Serentak Peringati Satu Abad NU Perbesar

Situbondo, peristiwa.co // Dalam rangka memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (1926–2026), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo menyerukan pembacaan Shalawat Nariyah secara serentak di seluruh pondok pesantren, majelis ta’lim atau kelompok pengajian, sekolah/madrosah, masjid dan musala se- PCNU Situbondo. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setelah pelaksanaan Shalat Jumat, 30 Januari 2026.

Seruan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar spiritual dan refleksi kebangsaan NU dalam menyongsong usia satu abad pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara. Pembacaan Shalawat Nariyah dimaknai sebagai doa bersama, memohon bimbingan serta pertolongan Allah SWT agar warga Nahdliyin senantiasa diberi kekuatan dalam berkhidmah dan menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Momentum satu abad NU juga diharapkan menjadi ruang perenungan kolektif atas perjalanan panjang organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Melalui refleksi ini, PCNU Situbondo mengajak seluruh warga NU untuk meneguhkan kembali semangat pengabdian, sekaligus menanamkan keyakinan bahwa berkhidmah di Nahdlatul Ulama merupakan jalan penuh keberkahan.

Berkhidmah di NU, sebagaimana ditegaskan dalam seruan tersebut, bukan sekadar aktivitas organisasi, melainkan bentuk pengabdian tulus dan ikhlas untuk melanjutkan perjuangan Aswaja melalui pendidikan, dakwah, sosial, dan penguatan umat. Pengabdian ini dijalankan dengan menjunjung tinggi nilai amar ma’ruf nahi munkar, pelayanan kepada masyarakat, serta kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, sebagaimana diwujudkan melalui berbagai program lembaga dan badan otonom NU.

Ketua PCNU Situbondo, KH. Dr. A. Muhyiddin Khotib, menegaskan bahwa pembacaan Shalawat Nariyah ini juga merupakan wujud “membayar utang budi” atas jasa besar Nahdlatul Ulama dalam sejarah Islam dan perjalanan bangsa Indonesia.

“NU telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi umat dan bangsa. Shalawat ini adalah bentuk syukur sekaligus ikhtiar spiritual untuk menjaga nilai-nilai pengkhidmatan dan keberkahan yang diwariskan para muassis NU,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Kegiatan, KH. Zakariya Al-Ansori, secara terpisah menyampaikan bahwa pembacaan Shalawat Nariyah secara serentak diharapkan mampu menyadarkan seluruh kader dan warga NU akan jati dirinya sebagai pelayan umat.

“Selain berdoa, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa khidmah sejati adalah bekerja secara kolektif dan berjamaah, saling menguatkan, dengan niat yang murni karena Allah SWT. Inilah kunci utama dalam mengabdi kepada umat dan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Red

Editor : Red

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Korban Desak Polresta Sumenep Tindak Tegas Oknum Polisi RS yang Diduga Terlibat Sejumlah Kasus Penggelapan

31 Jul 2026 - 13:15 WIB

Korban Desak Polresta Sumenep Tindak Tegas Oknum Polisi RS yang Diduga Terlibat Sejumlah Kasus Penggelapan

Polresta Sumenep Tegaskan Anggota Patsus Hanya Boleh Keluar Saat Salat ke Masjid

30 Jul 2026 - 19:52 WIB

Polresta Sumenep Tegaskan Anggota Patsus Hanya Boleh Keluar Saat Salat ke Masjid

Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polresta Sumenep yang Jalani Patsus Terlihat Bebas Diluar Penempatan Khusus

30 Jul 2026 - 15:33 WIB

Terlibat Kasus Narkoba, Oknum Polresta Sumenep yang Jalani Patsus Terlihat Bebas Diluar Penempatan Khusus

Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Pelayanan Kesehatan Bidan Desa di Gayam Sapudi Jadi Sorotan

29 Jul 2026 - 13:56 WIB

Diduga Sering Tinggalkan Tugas, Pelayanan Kesehatan Bidan Desa di Gayam Sapudi Jadi Sorotan

Diduga Ingkar Kesepekatan, Oknum Polisi Inisial RS Dilaporkan ke Paminal Polresta Sumenep

26 Jul 2026 - 09:37 WIB

Diduga Ingkar Kesepekatan, Oknum Polisi Inisial RS Dilaporkan ke Paminal Polresta Sumenep
Trending di Berita