Menu

Mode Gelap
Polres Situbondo Tindak Balap Liar, 12 Pelanggar Ditilang Timnas Voli Putra Indonesia Bidik Juara SEA V Cup 2026 Korupsi Dana Desa Jangkar Rugikan Negara Rp289 Juta, Dua Orang Jadi Tersangka Lambatnya Polres Pamekasan Tangani 17 Korban Penipuan Oknum Eks Pegawai BRI, 6 Tahun Tak Jelas Polres Situbondo Tangkap Pria di Rumah Kos, Sita Sabu Siap Edar 4,41 Gram Radang Mulut Tak Kunjung Sembuh? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita

Aktivis Pertanyakan Plt Kades Nonggunong yang Nilai Terlalu Lama Menjabat

badge-check

Doc.Foto Kantor Desa Nonggunong Perbesar

Doc.Foto Kantor Desa Nonggunong

Sumenep, Peristiwa.co // Aktivis pemerhati kebijakan publik Kabupaten Sumenep mempertanyakan kejelasan status kepemimpinan di Desa Nonggunong, Kecamatan Nonggunong, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang hingga kini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt) kepala desa.

Plt tersebut diketahui telah cukup lama menggantikan kepala desa sebelumnya yang meninggal dunia. Namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pelaksanaan pemilihan antar waktu (PAW) sebagaimana mestinya.

Salah satu aktivis, Ahmad Syahroni, menilai bahwa penunjukan pejabat sementara dalam jangka waktu yang terlalu lama tanpa kejelasan tahapan pemilihan kepala desa definitif mencederai prinsip demokrasi dan partisipasi masyarakat desa.

“Ini bukan kerajaan. Jabatan kepala desa itu bukan warisan turun-temurun yang bisa ditentukan sepihak. Ada mekanisme pemilihan yang harus ditempuh. Jika kepala desa sebelumnya meninggal, maka seharusnya segera dilakukan pemilihan antar waktu sesuai regulasi yang berlaku,” tegas Ahmad saat ditemui pada Senin (16/6/2025).

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Ahmad ini juga menyoroti adanya dugaan praktik nepotisme, karena jabatan Plt kepala desa saat ini dipegang oleh anak dari almarhum kepala desa sebelumnya.

“Jika masyarakat tidak diberi ruang untuk memilih pemimpinnya sendiri, bagaimana desa bisa berkembang secara sehat dan demokratis? Ini bisa menjadi preseden buruk ke depan,” tambahnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi oleh awak media, Pj Kepala Desa Nonggunong, Norman, memberikan tanggapan yang terkesan enggan menjelaskan secara terbuka.

“Silakan berhentikan saya kalau memang tidak cocok. Buat apa saya menjelaskan? Temui saya saja mumpung saya ada di Sumenep. Saya tetap makan meskipun tidak jadi kepala desa. Jadi kalau memang saya tidak cocok, silakan berhentikan saya,” ujar Norman dengan nada tinggi sebelum menutup sambungan telepon dengan awak media Peristiwa.co.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Nonggunong maupun Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait belum dilaksanakannya pemilihan antar waktu di desa tersebut.

Para aktivis mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil tindakan dan memberikan penjelasan kepada publik mengenai kelanjutan proses demokrasi di tingkat desa. Mereka menilai, keterlambatan ini berpotensi menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Penulis: Redaksi

Editor: Falcon13

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Polres Situbondo Tindak Balap Liar, 12 Pelanggar Ditilang

11 Juli 2026 - 13:54 WIB

Balap liar

Timnas Voli Putra Indonesia Bidik Juara SEA V Cup 2026

10 Juli 2026 - 12:43 WIB

Timnas Voli Putra Indonesia

Korupsi Dana Desa Jangkar Rugikan Negara Rp289 Juta, Dua Orang Jadi Tersangka

9 Juli 2026 - 19:52 WIB

Dana Desa Jangkar

Lambatnya Polres Pamekasan Tangani 17 Korban Penipuan Oknum Eks Pegawai BRI, 6 Tahun Tak Jelas

9 Juli 2026 - 11:16 WIB

Polres Situbondo Tangkap Pria di Rumah Kos, Sita Sabu Siap Edar 4,41 Gram

7 Juli 2026 - 13:13 WIB

Polres Situbondo
Trending di Berita