Situbondo, peristiwa.co // Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Situbondo menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) film Sang Kiai di Yayasan Tahfidzul Qur’an (YTQ) Nurul Hikam, Sambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan ulama, memperkuat nasionalisme, serta menumbuhkan kecintaan generasi santri terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Kegiatan nobar tersebut dihadiri sejumlah jajaran pengurus PCNU Situbondo dari unsur Syuriah, A’wan, Tanfidziyah, dan lembaga NU. Kehadiran para pengurus ini menjadi bentuk dukungan terhadap upaya edukasi sejarah dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan di lingkungan pesantren.
Dari jajaran Syuriah, hadir KH. Zakariya Al-Ansori, Wakil Katib PCNU Situbondo. Sementara itu, dari jajaran A’wan hadir KH. Mahrus Aly, yang juga merupakan pengasuh YTQ Nurul Hikam, Sambirampak, Kapongan, Situbondo.
Dari jajaran Tanfidziyah, turut hadir Ust. H. Lukman Hakim dan Ust. H. Masrur Sahamo Efendi; Wakil Sekretaris PCNU Situbondo sekaligus Ketua Panitia HSN PCNU Situbondo.
Adapun dari unsur lembaga dan organisasi terkait, hadir KH. A. Nur selaku Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Situbondo; Ust. H. Faizul Abrori selaku Sekretaris Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Situbondo; Ny. Hj. Rahmatillah Zaini dari JATMAN Situbondo sekaligus pemangku santri putri Pondok Pesantren Nurul Hikam; serta Ust. Muchlis dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Situbondo.
Film Sang Kiai dipilih sebagai media pembelajaran sejarah yang mengangkat perjuangan KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, dalam membangkitkan semangat perlawanan terhadap penjajahan. Kisah tersebut menggambarkan besarnya peran ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga martabat bangsa Indonesia.
Melalui pemutaran film ini, peserta diajak untuk memahami bahwa perjuangan santri tidak dapat dipisahkan dari sejarah kemerdekaan Indonesia. Nilai keikhlasan, keberanian, keteguhan prinsip, dan kecintaan terhadap tanah air menjadi pesan penting yang relevan untuk diwariskan kepada generasi penerus.
Pengasuh YTQ Nurul Hikam, KH. Mahrus Aly, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PCNU Situbondo atas terselenggaranya kegiatan nobar film Sang Kiai di lingkungan yayasan yang diasuhnya.
“Atas nama keluarga besar Yayasan Tahfidzul Qur’an Nurul Hikam, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PCNU Situbondo yang telah mempercayakan yayasan kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan nonton bareng film Sang Kiai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat bagi para santri, khususnya dalam mengenal sejarah perjuangan para ulama serta meneladani semangat pengabdian mereka kepada agama dan bangsa,” demikian pernyataan terima kasih yang disampaikan untuk KH. Mahrus Aly.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari pendidikan karakter santri. Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman sejarah, akhlak, dan tanggung jawab santri dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan beragama.
Pelaksanaan nobar ini juga menjadi ruang silaturahmi antara jajaran pengurus PCNU Situbondo dan lingkungan pesantren. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi pesantren, mengembangkan pendidikan keagamaan, serta menanamkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dan semangat kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, PCNU Situbondo berharap semangat perjuangan para kiai dan santri terus hidup di tengah generasi muda. Santri masa kini diharapkan mampu meneruskan perjuangan para pendahulu melalui penguatan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, kepedulian sosial, serta pengabdian nyata bagi agama, masyarakat, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peringatan HSN 2026 pun menjadi pengingat bahwa santri bukan hanya pewaris tradisi keilmuan Islam, melainkan juga bagian penting dari perjalanan dan masa depan bangsa.
Penulis : Red
Editor : Red











Komentar ditutup.