Jakarta – Samsung dikabarkan kembali menerapkan strategi penggunaan dua jenis chipset pada ponsel lipat terbarunya, Galaxy Z Flip 8. Berdasarkan sejumlah bocoran terbaru, perusahaan akan membedakan prosesor yang digunakan sesuai dengan wilayah pemasaran perangkat.
Informasi tersebut mencuat setelah dokumen sertifikasi dari Federal Communications Commission (FCC) mengungkap keberadaan model Galaxy Z Flip 8 dengan nomor SM-F776U. Kode tersebut selama ini dikenal sebagai penanda perangkat Samsung yang dipasarkan untuk operator di Amerika Serikat.
Dari dokumen itu, varian Galaxy Z Flip 8 untuk pasar Amerika Serikat disebut akan mengandalkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Sementara versi yang dipasarkan di Eropa dan Korea Selatan diperkirakan menggunakan Exynos 2600, chipset terbaru yang dikembangkan Samsung.
Strategi pembagian chipset berdasarkan wilayah ini menjadi salah satu perubahan penting menjelang peluncuran resmi Galaxy Z Flip 8 yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juli 2026.
Selain mengungkap jenis prosesor, sertifikasi FCC juga mengonfirmasi berbagai teknologi konektivitas yang akan dibawa perangkat tersebut. Galaxy Z Flip 8 disebut telah mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth, NFC, pengisian daya nirkabel, Wireless PowerShare, DisplayPort, hingga komunikasi satelit melalui jaringan NB-NTN Band B255.
Bocoran tersebut sekaligus memperkuat laporan sebelumnya yang menyebut Samsung kembali mengadopsi strategi dual-chipset pada lini ponsel lipat premium. Kebijakan ini berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Galaxy Z Flip 7 diketahui menggunakan satu jenis chipset secara global, yakni Exynos 2500, tanpa membedakan pasar penjualan. Kini, Samsung disebut memilih pendekatan baru dengan menyesuaikan prosesor berdasarkan kawasan distribusi.
Laporan media Korea Selatan The Bell menyebut pasar Eropa dan Korea Selatan diproyeksikan menerima Galaxy Z Flip 8 dengan Exynos 2600. Sebaliknya, konsumen di Amerika Utara dan China diperkirakan tetap mendapatkan varian yang ditenagai Snapdragon.
Keputusan tersebut diyakini berkaitan dengan efisiensi biaya produksi. Exynos 2600 disebut memiliki biaya manufaktur yang lebih rendah dibandingkan chipset Snapdragon, sehingga dapat membantu Samsung menekan pengeluaran di tengah meningkatnya harga komponen, termasuk memori dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) sepanjang 2026.
Di sisi lain, dokumen FCC juga mengungkap satu fitur yang masih belum hadir pada Galaxy Z Flip 8, setidaknya untuk pasar Amerika Serikat. Ponsel lipat ini kembali tidak dibekali teknologi Ultra Wideband (UWB), sama seperti pendahulunya.
Ketiadaan UWB membuat pengguna belum dapat memanfaatkan fitur pelacakan presisi untuk perangkat pendukung seperti SmartTag. Fitur tersebut biasanya memungkinkan pengguna mengetahui arah dan jarak perangkat secara lebih akurat saat melakukan pencarian.
Meski demikian, seluruh informasi tersebut masih bersifat bocoran. Samsung diperkirakan akan mengungkap seluruh spesifikasi resmi, termasuk konfigurasi chipset di masing-masing wilayah, saat peluncuran Galaxy Z Flip 8 yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli 2026.
(Tim Editor)













Komentar ditutup.