Menu

Mode Gelap
Prabowo: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah atau Tumpul ke Atas 9 Makanan Sumber Vitamin B1 Terbaik untuk Menjaga Energi dan Kesehatan Tubuh Harga BBM Turun Awal Juli 2026, Dexlite dan Dex Anjlok hingga Rp3.650 Bareskrim Bongkar Perdagangan Ilegal 18,1 Ton Sianida, Dua Tersangka Ditahan Ketua SMSI Bondowoso Raih Nilai Tertinggi UKW Utama di Unitomo Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Gading, Lobster, dan Kupu-kupu

Berita

Bareskrim Bongkar Perdagangan Ilegal 18,1 Ton Sianida, Dua Tersangka Ditahan

badge-check

Bareskrim Polri sita 18,1 ton sianida ilegal dan tetapkan dua tersangka perdagangan bahan berbahaya. (Foto: Bareskrim Polri) Perbesar

Bareskrim Polri sita 18,1 ton sianida ilegal dan tetapkan dua tersangka perdagangan bahan berbahaya. (Foto: Bareskrim Polri)

Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membongkar praktik perdagangan ilegal bahan kimia berbahaya berupa sodium cyanide atau sianida yang diduga dipasok kepada aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam perkara tersebut, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni S alias U dan DW.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari informasi mengenai dugaan peredaran sianida secara ilegal kepada pelaku pertambangan emas tanpa izin. Bahan kimia berbahaya itu diduga berasal dari impor yang dilakukan dari China dan Korea.

Setelah menerima informasi tersebut, tim penyidik melakukan serangkaian penyelidikan untuk menelusuri jalur distribusi dan legalitas perdagangan bahan berbahaya tersebut.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan dugaan bahwa pelaku usaha melakukan kegiatan memperdagangkan Sodium Cyanide/Sianida tanpa memiliki perizinan yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, Selasa (30/6/2026).

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa sodium cyanide diduga diedarkan kepada pelaku usaha di sektor pertambangan tanpa melalui mekanisme distribusi maupun pengawasan yang telah ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan risiko serius karena sianida merupakan bahan kimia berbahaya yang penggunaannya diawasi secara ketat.

Untuk memastikan dugaan tersebut, penyidik melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang dicurigai menjadi tempat penyimpanan sekaligus pusat distribusi bahan kimia tersebut.

Dari hasil penggeledahan, aparat berhasil mengamankan barang bukti dalam jumlah besar berupa 362 drum sodium cyanide atau setara sekitar 18,1 ton yang ditemukan di tiga lokasi berbeda.

“Penyidikan juga berhasil menemukan dan mengamankan 362 Drum Sodium Cyanide/Sianida atau 18,1 ton dari tiga lokasi,” ungkap Ade Safri.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 106 juncto Pasal 24 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah melalui ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling lama empat tahun atau denda maksimal Rp10 miliar.

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 62 juncto Pasal 8 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang mengancam pelaku dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

Bareskrim Polri menegaskan penyidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi lain maupun pihak-pihak yang terlibat dalam peredaran ilegal bahan kimia berbahaya tersebut, termasuk jalur pasokan yang diduga berasal dari luar negeri.

(Tim Red)

Facebook Comments Box

Komentar ditutup.

Baca Lainnya

Prabowo: Hukum Tak Boleh Tajam ke Bawah atau Tumpul ke Atas

1 Juli 2026 - 22:45 WIB

Prabowo

Ketua SMSI Bondowoso Raih Nilai Tertinggi UKW Utama di Unitomo

30 Juni 2026 - 22:56 WIB

SMSI Bondowoso

Polda Jatim Gagalkan Penyelundupan Gading, Lobster, dan Kupu-kupu

30 Juni 2026 - 17:56 WIB

penyelundupan

Veda Ega Turun ke Peringkat Ketujuh Usai Gagal Finis di Assen 2026

29 Juni 2026 - 10:56 WIB

Veda Ega

Kementan Respons Anjloknya Harga Ayam di Tingkat Peternak, Siapkan Langkah Stabilisasi

27 Juni 2026 - 22:17 WIB

kementan
Trending di Berita